Cara Memformat Flashdisk dan Penyebab Flashdisk Gagal Diformat

Cara Memformat Flashdisk dan Penyebab Flashdisk Gagal Diformat

Cara Memformat Flashdisk
Memformat flash disk (flash drive atau USB) tidak memerlukan aplikasi atau software khusus. Sistem operasi Windows (khususnya Windows 10) yang Anda gunakan sudah lebih dari cukup untuk memformat flash disk. Cara memformat flashdisk pada Windows 10 tidak sulit alias mudah dilakukan. Ketika proses format dilakukan, banyak orang biasanya kebingungan dengan file system yang akan digunakan.

Kenapa flash disk harus diformat?  Situasi darurat atau emergensi biasanya menjadi pemicu kenapa orang memformat flash disk-nya. Biasanya flash disk diformat karena ada viru di dalamnya atau karena tidak bisa dideteksi Windows. Hal tersebut membuat Anda terpaksa harus memformat. Namun, memformat flash disk ternyata tidak perlu menunggu hal tersebut terjadi. Terdapat beragam alasan dan manfaat memformat flash disk di luar karena keterpaksaan tersebut.
Anda dapat memformat flash disk untuk membuat ruang penyimpanan kembali ke asal. Hal tersebut dilakukan untuk membuat Anda mendapatkan ruang penyimpanan yang lega. Selain itu, Anda dapat mengganti file system pada USB Drive. Pergantian tersebut dilakukan agar flash disk yang Anda gunakan dapat dibaca oleh beragam perangkat maupun oleh sistem operasi yang berbeda (Windows ke Linux atau ke Mac OS, begitu juga sebaliknya).

Cara Memformat Flashdisk pada Windows 10

Langkah-langkah memformat flashdisk untuk Windows 10 tidak berbeda jauh dengan langkah-langkah pada Windows edisi sebelumnya, Windows 7, 8, 8.1, dan bahkan Windows XP. Berikut adalah cara memformat flashdisk (USB Drive) pada Windows 10.
  1. Pasang (plug in) USB Drive (flash disk). 
  2. Buka File Explorer dan klik This PC. Pada Windows sebelumnya, Anda bisa mengklik My Computer. 
  3. Klik kanan USB Drive dan pilih Format. 
  4. Akan muncul beragam opsi dalam menu format. Anda dapat merubah File System, Format Options, Volume Label, dan Allocation Unit Size. Anda dapat merubahnya sesuai dengan keinginan. 
  5. Jika sudah melakukan perubahan atau tidak sama sekali, klik Start kemudian OK untuk memulai memformat flash disk. Tunggu hingga proses memformat selesai. 

Memilih File System Ketika Memformat Flash Disk

Jika Anda memformat flash disk hanya untuk membuatnya tampak baru atau untuk mendapatkan ruang penyimpanan asal, maka opsi file system bisanya diabaikan. Pada cara memformat flashdisk yang sudah dijelaskan, Anda tinggal langsung mencentang Quick Format dan mengabaikan semua opsi. Namun, tidak sedikit orang yang penasaran terhadap apa sebenarnya perbedaan antar file system tersebut.

Terdapat 3 file system yang kerap dijadikan pilihan banyak orang. Ke-3 file system tersebut adalah NTFS, FAT32, exFAT. File system tersebut hanya ada di sistem operasi Windows, sementara untuk Linux dan Mac, file systemnya tentu berbeda. Beberapa file system selain file system yang berasal dari Windows adalah HFS+, APFS, dan EXT. Berikut penjelasan dari ke-3 file system Windows tersebut.

1. NTFS (NT File System)

NTFS merupakan file system default Windows. NTFS mampu membaca file dalam jumlah yang besar. NTFS juga mendukung file journaling, long file name, access control, dll. NTFS merupakan file system paling aman dan direkomendasikan untuk pengguna Windows pada umumnya.

2. FAT32 (File Allocation Table 32)

Sebelum NTFS, FAT32 merupakan file system standar Windows. Jika dibandingkan dengan NTFS, peforma FAT32 lebih lambat serta kapasitas penyimpanannya juga lebih kecil (dibatasi 4GB per file). Keunggulan FAT32 ini dapat dibaca dan digunakan di banyak sistem operasi.

3. exFAT (Extended File Allocation Table)

ExFat merupakan versi terbaru dari FAT32. Jika dibandingkan dengan pendahulunya, exFAT tidak memiliki keterbatasan kapasitas penyimpanan per file. ExFat sudah compatible dengan Windows maupun MacOS.

Flash Disk Gagal atau Tidak Bisa Diformat

Tidak sedikit yang mengalami kegagalan ketika memformat flashdisk. Kendati sudah mengikuti cara memformat flashdisk yang benar, kegagalan bisa saja muncul. Selain karena prosedur memformat yang tidak dijalani dengan baik, error atau kegagalan mungkin muncul karena beberapa sebab. Kegagalan format tersebut muncul bervariasi dan tidak terbatas pada satu sistem operasi (Windows 8, 10, dll).

Apa tandanya atau ciri-cirinya flash disk gagal diformat? Selain tidak adanya tampilan bertuliskan “Format Complete”, terdapat beberapa pesan error yang akan muncul sekaligus pertanda bahwa flash disk tidak bisa atau gagal diformat. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan pesan error dan gagalnya format flash disk? Terdapat beragam alasan dan kemungkinan kenapa kegagalan tersebut terjadi.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab flash disk yang gagal atau tidak bisa diformat.
  1. Flash disk telah terkorupsi akibat pemasangan dan pencabutan yang tidak baik dan benar. Biasanya orang lupa atau mengabaikan prosedur pencabutan melalui “USB safely remove”. Selain karena alasan tersebut, USB yang sedang mentransfer file kemudian komputer mati karena di shutdown atau mati lampu dapat juga menjadi penyebab kenapa USB terkorupsi dan tidak bisa digunakan. 
  2. Adanya masalah compability antara flash disk dengan sistem operasi Windows yang Anda gunakan. 
  3. Adanya file system error karena proses format. Misalkan format flash disk aslinya adalah FAT32 dan Anda atau orang lain mengganti formatnya menjadi NTFS atau file system lainnya. 

Solusi Format Flash Disk Gagal pada Sistem Operasi Windows

Jangan panik jika Anda mengalami kegagalan dalam memformat flash disk. Terdapat beberapa cara agar kegagalan tersebut dapat diatasi dan Anda dapat kembali memformat flash disk melalui cara memformat flashdisk yang baik dan benar. Any Software Tools, berikut adalah beberapa solusi untuk mengantisipasi dan mengatasi kegagalan dalam memformat flash disk pada sistem operasi Windows.

1. Cara Re-Initiate Melalui Disk Management

  • Masukkan flash disk ke komputer Anda. 
  • Klik kanan ikon Windows yang berada di ujung bawah kiri layar 
  • Pilih Disk Management. 
  • Cari dan pilih flash drive yang Anda gunakan, klik kanan dan pilih New Simple Volume. 
  • Pilih opsi memformat, pastikan pada opsi file system Anda memilih FAT32 atau exFAT. 
  • Klik Next untuk menyelesaikan prosedur. 

2. Solusi untuk Kegagalan Karena Disk Protected

  • Pada Search Bar, tulis “regedit”. Pilih ikon regedit. 
  • Pada Registry Editor, akses HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Control. 
  • Klik kanan Control, pilih New > Key. 
  • Rename folder New Key #1 menjadi StorageDevicePolicies. 
  • Klik kanan folder StorageDevicePolicies, pilih New, kemudian QWORD (64-Bit) Value (sesuaikan dengan versi Windows yang Anda gunakan). 
  • Rename folder New Value #1 menjadi WriteProtect. 
  • Klik dua kali folder WriteProtect. Ganti Value data menjadi “0”. Base menjadi “Hexadecimal”, dan klik “OK” 
  • Tutup (X) RegEdit. 
  • Buka This PC, refresh 5 kali tanpa melakukan apapun pada USB. Eject USB dengan cara yang benar. 
  • Selesaikan prosedur dengan masukkan kembali USB dan format USB tersebut dengan file system exFAT. 

3. Instal dan Gunakan Software USB Format Tools

Jika cara di atas sudah dilakukan namun tetap mengalami kegagalan, maka Anda bisa menggunakan software USB Format Tools. Sofware tersebut akan mempermudah Anda dalam melakukan beragam operasi pada USB drive, termasuk dalam memformatnya. Software tersebut tidak sulit ditemukan. Anda dapat memilih, baik versi gratis (freeware) maupun versi berbayar (premium), dari software USB Format Tools tersebut.
Buka Komentar